Sheyla Fera Phina

“Saya mau buat lembar baru, walaupun mungkin ga terlalu putih bersih, banyak apusan, tipe ex, atau coretan.”
— (via kuntawiaji)

(Source: primzky, via kuntawiaji)

“Aku tak sebaik yang kalian pikirkan, hanya karena Allah begitu baik padaku, Dia menyembunyikan semua keburukan diriku. Jadi kalau kamu akhirnya kecewa, kecewalah… Kamu berhak atas itu.”
— (via kuntawiaji)

(Source: physicsfighter, via kuntawiaji)

“masih tidak percaya dan sangat menyesal…”
“Tuhan, jika memang harus bertahan,
maka kuatkanlah hati hamba..”
kekasih sejati
monita / kemenangan hati

mencoba bernostalgia: saat baru mengenalmu…

[Flash 9 is required to listen to audio.]
0 plays
“however, i’m lucky to have YOU in my pathetic life..”
“Hal yang paling melelahkan adalah
ketika kamu harus terus menahan luka tanpa ada obat yang dapat menyembuhkannya,
melainkan luka itu menjadi semakin parah
dan membuatmu putus asa.”
Perempuan dan Ketika

Ketika perempuan marah, bukan berarti dia pemarah.
Melainkan hatinya terluka.

Ketika perempuan itu cuek, bukan berarti dia sombong.
Melainkan dia sedang menahan luka.

Ketika perempuan itu sedih, bukan berarti dia lemah.
Melainkan dia sedang kecewa.

Ketika perempuan itu terlihat bahagia, bukan berarti dia tidak sedang sedih.
Dia hanya tidak ingin terlihat lemah.

Karena, perempuan hanya ingin dimengerti..

2 mei 2012

Kalau saja kau pernah tau bahwa hatiku 1000 kali lebih rapuh dari yang kau bayangkan .

sehingga ketika sendiri menyendirikan aku, aku akan berubah menjadi manusia yang hanya memiliki setengah kewarasan saja.

Kemudian aku akan berlari mondar-mandir, pontang-panting , dan terbirit-birit.

Lalu menjadi lusuh, kelelahan mencari tempat pelarian yang tak kunjung berbentuk.

Saat-saat seperti itu,

juga memaksa ku mencari bongkahan nafas yang dapat menangkan hati,

setelah kau tinggalkan dalam keadaan galau pada waktu yang lalu. 

Dan ketika ku dapati diriku tak menemukan setitik pun apa yang aku cari,

aku akan kehilangan lagi separuh dari setengah kewarasan yang aku punya.

Aku akan  menjerit-jerit pelan seperti sapi dan ayam

yang tak rela diambil hak hidupnya

meskipun dibacakan ayat suci ketika proses pemenggalannya.

Aku juga akan menjerit-jerit bising seperti  seorang ibu-ibu

yang kehilangan anaknya atau juga kehilangan berliannya.

Dan aku juga akan menjerit-jerit lemas seperti maling yang minta ampun

karena kesakitan dipukuli dan ditendangi banyak orang.

Sampai suaraku habis, bahkan serak pun tak lagi berbunyi.

Lantas ketika aku tak mendapatkan apapun,

maka aku akan merayu lagu-lagu sendu untuk menemani kelelahan yang teramat lemas.

kemudian sambil tersedu aku ikut bernyanyi,

bernyanyi dalam hati karena tak ada sisa suara lagi.

dan akhirnya terkulai

dan akhirnya terberai, antara jiwa dan raga,

dan akhirnya mati tak berbunyi.

tekad

tekad yang bulat itu kini tak berbentuk.

kata-kata yang bersekutu dengan bibir dan pikiranmu telah meleburkannya.

tekad yang mungkin kau buat pondasinya, waktu itu.

kini mulai ambruk.

tekad ku menciut,


kehilangan nahkoda yang akan membawa nya entah ke mana.